Penerbangan

Malaysia Tancap Gas Sambut Visit Malaysia Year 2026 Lewat Penambahan 21 Rute Penerbangan Internasional Baru

Malaysia Tancap Gas Sambut Visit Malaysia Year 2026 Lewat Penambahan 21 Rute Penerbangan Internasional Baru
Malaysia Tancap Gas Sambut Visit Malaysia Year 2026 Lewat Penambahan 21 Rute Penerbangan Internasional Baru

JAKARTA - Ambisi Malaysia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pariwisata Asia Tenggara semakin terlihat menjelang pergantian tahun. Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah memperluas konektivitas udara dengan menambah puluhan rute penerbangan internasional baru.

Upaya ini tidak hanya menyasar peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga memperluas jangkauan pasar global. Pemerintah Malaysia memandang akses penerbangan sebagai kunci utama dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Malaysia berencana meluncurkan sebanyak 21 rute penerbangan internasional baru. Peluncuran rute tersebut dijadwalkan berlangsung mulai akhir tahun 2025 hingga pertengahan Januari 2026.

Langkah ini menjadi bagian penting dari persiapan menyambut Visit Malaysia Year 2026. Program tersebut ditargetkan mampu mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan mancanegara secara signifikan.

Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Malaysia, Tiong King Sing, memaparkan rencana tersebut pada Sabtu, 27 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa perluasan rute penerbangan dirancang untuk menghubungkan Malaysia dengan berbagai destinasi strategis.

Menurut Tiong, layanan baru ini akan mencakup kawasan Asia Tenggara, Asia Timur, hingga Asia Tengah. Bahkan, rute menuju Uzbekistan dan Sri Lanka juga masuk dalam perencanaan.

Perluasan konektivitas udara ini menjadi sinyal kuat keseriusan Malaysia dalam mempersiapkan diri. Pemerintah ingin memastikan kemudahan akses bagi wisatawan dari berbagai negara.

Skema Charter Flight dan Jadwal Operasional Bertahap

Dalam rencana layanan rute baru tersebut, sebanyak 16 penerbangan dijadwalkan sebagai penerbangan sewaan atau charter flight. Seluruh penerbangan ini akan dioperasikan oleh 10 maskapai penerbangan.

Dari lima charter flight yang disiapkan, empat penerbangan akan mulai beroperasi pada Desember 2025. Sementara itu, satu charter flight lainnya dijadwalkan terbang pada awal Januari 2026.

Pola bertahap ini dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional. Pemerintah Malaysia ingin memastikan seluruh layanan berjalan optimal sejak awal peluncuran.

Dari total 16 rute penerbangan yang direncanakan, sebanyak 13 rute akan mulai beroperasi pada Desember 2025. Sisanya akan menyusul pada Januari 2026.

Peluncuran bertahap ini juga memberi ruang evaluasi awal. Pemerintah dapat menyesuaikan strategi jika terjadi dinamika permintaan pasar.

Rute-rute baru tersebut diperkirakan menyumbang hingga 81 penerbangan langsung ke Malaysia. Kapasitas maksimum penumpang diproyeksikan mencapai sekitar 14 ribu orang setiap minggu.

Angka ini menunjukkan potensi peningkatan arus wisatawan dalam waktu singkat. Malaysia menilai momentum akhir dan awal tahun sebagai periode strategis.

Jaringan Bandara dan Negara Tujuan Semakin Luas

Layanan penerbangan internasional baru ini akan melibatkan delapan negara. Total terdapat 17 destinasi tujuan yang akan terhubung langsung dengan Malaysia.

Seluruh rute tersebut akan dilayani melalui sembilan bandara utama di Malaysia. Bandara tersebut meliputi Kuala Lumpur, Subang, Penang, Johor Bahru, Kota Kinabalu, Tawau, Kuching, Ipoh, dan Langkawi.

Pemilihan bandara ini dilakukan untuk menyebar arus kedatangan wisatawan. Pemerintah tidak hanya memusatkan aktivitas pariwisata di ibu kota.

Dengan skema ini, destinasi wisata di luar Kuala Lumpur diharapkan ikut terdongkrak. Daerah-daerah seperti Sabah, Sarawak, dan Langkawi menjadi fokus pengembangan.

Asia Timur menjadi kawasan utama dalam perluasan rute penerbangan. Terdapat tujuh penerbangan internasional reguler dan tiga charter flight yang difokuskan ke wilayah ini.

Rute-rute tersebut menghubungkan Malaysia dengan delapan kota di China. Pasar China dinilai memiliki potensi wisatawan yang sangat besar.

Dalam lingkup Asia Tenggara, tersedia enam rute penerbangan baru. Rute tersebut menghubungkan Malaysia dengan Singapura, Jakarta, Medan, dan Cebu di Filipina.

Kehadiran rute ke Indonesia dinilai strategis. Indonesia merupakan salah satu pasar wisata terbesar bagi Malaysia.

Selain Asia Tenggara dan Asia Timur, rute lintas kawasan juga diperluas. Malaysia akan membuka penerbangan ke Osaka di Jepang dan Busan di Korea Selatan.

Taichung di China juga masuk dalam daftar destinasi baru. Rute ini diharapkan menarik wisatawan dari wilayah Taiwan.

Tak hanya itu, Malaysia juga membuka akses ke Asia Tengah dan Asia Selatan. Tashkent di Uzbekistan dan Sri Lanka masing-masing akan mendapatkan satu rute penerbangan baru.

Target Ambisius Pariwisata Menuju 2026

Sebagai catatan, Malaysia merupakan negara yang paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara sepanjang tahun 2025. Dalam delapan bulan pertama 2025, tercatat lebih dari 28 juta kedatangan wisatawan.

Jumlah tersebut meningkat 16,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini menjadi modal penting menuju Visit Malaysia Year 2026.

Pemerintah Malaysia menargetkan 47 juta wisatawan internasional pada tahun 2026. Target tersebut disertai proyeksi pendapatan pariwisata sebesar 80 miliar dolar AS.

Nilai tersebut setara dengan sekitar Rp1,3 triliun. Angka ini mencerminkan besarnya kontribusi pariwisata terhadap perekonomian nasional.

Penambahan rute penerbangan internasional dipandang sebagai strategi krusial. Tanpa akses udara yang memadai, target tersebut dinilai sulit tercapai.

Melalui perluasan jaringan penerbangan, Malaysia ingin memperpendek jarak dengan pasar global. Wisatawan diharapkan semakin mudah menjangkau berbagai destinasi unggulan.

Langkah ini juga sejalan dengan pemulihan industri penerbangan pascapandemi. Maskapai mendapatkan peluang untuk memperluas pasar dan meningkatkan frekuensi penerbangan.

Dengan kombinasi kebijakan konektivitas, promosi pariwisata, dan kesiapan infrastruktur, Malaysia optimistis menyongsong 2026. Negara ini menargetkan diri sebagai gerbang utama pariwisata Asia Tenggara yang semakin kompetitif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index